Cara Menghitung Berat Volume Kargo

7 Cara Menghitung Berat Volume Kargo

Cara Menghitung Berat Volume Kargo : 7 Langkah Mudah agar Tidak Salah Hitung Ongkir

Cara Menghitung Berat Volume Kargo
Cara Menghitung Berat Volume Kargo

Cara Menghitung Berat Volume Kargo sebenarnya cukup mudah jika Anda sudah mengetahui panjang, lebar, dan tinggi barang setelah dikemas. Ketiga ukuran tersebut dikalikan, kemudian hasilnya dibagi dengan faktor pembagi yang digunakan oleh penyedia kargo. Hasil perhitungan ini disebut berat volume atau berat volumetrik dan biasanya akan dibandingkan dengan berat aktual barang untuk menentukan berat yang digunakan dalam perhitungan biaya pengiriman.

Perhitungan ini penting karena barang yang ringan belum tentu membutuhkan ruang yang kecil. Sebuah kardus besar berisi bantal, misalnya, mungkin hanya memiliki berat aktual beberapa kilogram tetapi menghabiskan ruang jauh lebih besar di kendaraan dibandingkan kardus kecil berisi buku.

Karena itu, memahami berat volume membantu Anda membuat estimasi pengiriman yang lebih realistis sebelum menggunakan jasa kargo Makassar, terutama jika barang yang akan dikirim berukuran besar, memiliki bentuk tidak beraturan, atau terdiri dari banyak koli.

Apa Itu Berat Volume Kargo?

Berat volume kargo adalah nilai berat yang diperoleh berdasarkan dimensi fisik barang, bukan berdasarkan hasil timbangan. Konsep ini digunakan karena kendaraan pengangkut mempunyai dua keterbatasan sekaligus, yaitu kemampuan membawa berat dan ketersediaan ruang.

Bayangkan ada dua barang. Barang pertama adalah mesin kecil seberat 40 kg yang hanya membutuhkan sedikit ruang. Barang kedua adalah sebuah paket berukuran sangat besar berisi material ringan dengan berat aktual hanya 10 kg.

Jika biaya hanya dihitung berdasarkan timbangan, barang kedua terlihat jauh lebih murah untuk dikirim. Padahal barang tersebut dapat menggunakan ruang kendaraan beberapa kali lebih besar dibandingkan barang pertama. Di sinilah berat volumetrik digunakan untuk memberikan gambaran tentang ruang yang digunakan sebuah barang dalam proses pengangkutan.

Berat Aktual dan Berat Volume Itu Berbeda

Sebelum mempelajari Cara Menghitung Berat Volume Kargo, penting membedakan dua istilah berikut. Berat aktual adalah berat asli barang berdasarkan hasil penimbangan. Jika setelah ditimbang sebuah paket memiliki berat 25 kg, maka 25 kg adalah berat aktualnya. Sementara itu, berat volume diperoleh dari ukuran panjang, lebar, dan tinggi barang yang dikonversi menjadi nilai berat menggunakan faktor pembagi tertentu.

Dalam praktik pengiriman, penyedia jasa umumnya membandingkan berat aktual dengan berat volumetrik. Nilai yang lebih besar dapat digunakan sebagai dasar berat pengiriman sesuai ketentuan layanan yang dipilih. Karena setiap perusahaan dan jenis layanan dapat mempunyai ketentuan berbeda, hasil perhitungan mandiri sebaiknya digunakan sebagai estimasi awal, kemudian dikonfirmasi kembali kepada penyedia kargo.

1. Ukur Barang Setelah Selesai Dipacking

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah mengukur barang sebelum packing. Misalnya, sebuah perangkat elektronik mempunyai ukuran asli 60 × 40 × 40 cm. Setelah dilindungi bubble wrap, dimasukkan ke kardus, dan diberi tambahan pelindung pada bagian sudut, ukuran akhirnya dapat bertambah.

Ukuran akhir inilah yang lebih relevan untuk perhitungan volume karena ruang kendaraan nantinya digunakan oleh barang beserta kemasannya, bukan hanya barang di dalamnya. Prinsip yang sama berlaku ketika menggunakan packing kayu. Dimensi peti setelah selesai dibuat dapat lebih besar dibandingkan ukuran asli barang.

Karena itu, apabila Anda menggunakan jasa packing Makassar sebelum pengiriman, lakukan pengukuran setelah proses packing selesai agar estimasi volume lebih mendekati ukuran yang benar-benar masuk ke kendaraan.

Baca Juga : Pick Up Muat Berapa Banyak Barang? Cek 9 Patokan Kapasitasnya

2. Gunakan Satuan yang Sama

Setelah barang selesai dikemas, ukur tiga bagian utama: Panjang × Lebar × Tinggi

Untuk rumus berat volumetrik yang menggunakan faktor pembagi dalam cm³/kg, ketiga dimensi tersebut harus menggunakan satuan sentimeter.

Sebagai contoh:

Panjang = 80 cm
Lebar = 50 cm
Tinggi = 40 cm

Jangan mencampurkan satuan seperti panjang 80 cm, lebar 0,5 meter, dan tinggi 40 cm tanpa melakukan konversi terlebih dahulu. Kesalahan satuan dapat membuat hasil perhitungan melenceng jauh. Untuk barang berbentuk tidak beraturan, gunakan ukuran sisi terluarnya sebagai patokan. Jangan hanya mengukur bagian tengah yang lebih kecil apabila ada bagian barang atau kemasan yang menonjol.

3. Gunakan Rumus Berat Volume yang Sesuai

Rumus dasarnya adalah:

Berat Volume = Panjang × Lebar × Tinggi ÷ Faktor Pembagi

Sebagai contoh perhitungan pengiriman darat dengan faktor pembagi 4.000, sebuah paket berukuran:

80 cm × 50 cm × 40 cm

maka perhitungannya:

80 × 50 × 40 ÷ 4.000 = 40 kg volume

Artinya, berdasarkan dimensinya, paket tersebut menghasilkan berat volumetrik sebesar 40 kg. Namun ada hal penting yang perlu dipahami: faktor pembagi tidak selalu sama untuk semua layanan kargo.

Dalam praktik pengiriman di Indonesia, pembagi 4.000 sering ditemukan pada layanan kargo darat tertentu, sedangkan pengiriman udara dapat menggunakan pembagi yang berbeda seperti 5.000 atau 6.000 tergantung kebijakan perusahaan dan jenis layanan.

Karena itu, jangan langsung menganggap satu rumus berlaku untuk semua penyedia jasa kargo Makassar. Tanyakan faktor pembagi yang digunakan sebelum menghitung estimasi biaya.

4. Bandingkan dengan Berat Aktual Barang

Mengetahui Cara Menghitung Berat Volume Kargo belum cukup. Setelah mendapatkan berat volumetrik, bandingkan hasil tersebut dengan berat aktual.

Misalnya:

Ukuran paket: 80 × 50 × 40 cm
Berat aktual: 18 kg
Faktor pembagi: 4.000

Berat volume:

80 × 50 × 40 ÷ 4.000 = 40 kg

Berat aktualnya hanya 18 kg, sedangkan berat volumenya 40 kg.

Dalam kondisi seperti ini, penyedia kargo dapat menggunakan berat volume karena nilainya lebih besar. Sekarang bandingkan dengan barang lain.

Ukuran paket: 40 × 30 × 25 cm
Berat aktual: 20 kg

Dengan contoh pembagi 4.000:

40 × 30 × 25 ÷ 4.000 = 7,5 kg

Pada contoh kedua, berat aktual 20 kg justru lebih besar daripada berat volumenya 7,5 kg. Dengan sistem yang menggunakan nilai terbesar sebagai berat perhitungan, berat aktual menjadi dasar yang digunakan. Dua contoh tersebut menunjukkan mengapa mengetahui ukuran sekaligus berat barang sangat penting.

Baca Juga : Bagaimana Cara Packing Barang yang Aman ?

5. Hitung Setiap Koli Secara Terpisah

Bagaimana jika barang yang dikirim bukan satu kardus, melainkan 10, 20, atau bahkan puluhan koli? Jangan langsung mengukur satu paket kemudian mengalikannya dengan jumlah keseluruhan apabila ukuran setiap koli berbeda.

Misalnya Anda mempunyai:

Koli A: 60 × 50 × 40 cm
Koli B: 80 × 40 × 30 cm
Koli C: 100 × 50 × 40 cm

Masing-masing mempunyai volume berbeda. Karena itu, hitung setiap koli terlebih dahulu sesuai ketentuan penyedia pengiriman, kemudian jumlahkan hasilnya. Cara ini membutuhkan sedikit waktu tambahan tetapi memberikan estimasi yang jauh lebih akurat. Pendataan seperti ini semakin penting untuk pengiriman barang usaha, perpindahan inventaris, maupun jasa pindahan kantor karena aset yang dipindahkan biasanya terdiri dari banyak ukuran, mulai dari kardus dokumen hingga perangkat elektronik dan furnitur.

6. Bedakan Berat Volume dengan Kubikasi

Berat volume dan kubikasi sering dianggap sama, padahal keduanya mempunyai fungsi yang berbeda. Kubikasi menunjukkan seberapa besar ruang fisik yang digunakan barang dan biasanya dinyatakan dalam meter kubik atau m³/CBM. Jika ukuran barang menggunakan sentimeter, rumus sederhananya:

Panjang × Lebar × Tinggi ÷ 1.000.000 = m³

Misalnya sebuah barang mempunyai ukuran:

100 × 80 × 60 cm

Maka:

100 × 80 × 60 ÷ 1.000.000 = 0,48 m³

Jadi barang tersebut membutuhkan ruang sekitar 0,48 meter kubik. Sementara berat volume mengubah dimensi tersebut menjadi nilai berat perhitungan dalam kilogram menggunakan faktor pembagi tertentu.

Perbedaan ini penting terutama pada pengiriman dalam jumlah besar. Untuk barang rumah tangga atau kantor dalam jumlah banyak, penyedia layanan dapat membutuhkan informasi mengenai dimensi, berat, jumlah koli, dan total kebutuhan ruang untuk menentukan metode pengangkutan yang sesuai.

Baca Juga : Kargo dan Ekspedisi Apa Bedanya? Jangan Salah Memilih Layanan

7. Perhitungkan Perubahan Ukuran Setelah Packing

Ini merupakan detail kecil yang sering menyebabkan estimasi berbeda dengan hasil akhir. Bayangkan Anda mempunyai 15 barang dan semuanya diukur sebelum proses packing. Setelah itu, beberapa barang diberi bubble wrap tebal, sebagian dimasukkan ke kardus, sementara barang lainnya menggunakan pelindung tambahan.

Setiap barang mungkin hanya bertambah beberapa sentimeter. Namun jika jumlahnya banyak, tambahan tersebut dapat meningkatkan total volume secara signifikan. Karena itu, ketika menggunakan jasa packing Makassar, pengukuran final idealnya dilakukan setelah seluruh lapisan perlindungan terpasang. Hal ini sangat penting untuk barang dengan kebutuhan perlindungan tinggi seperti elektronik, kaca, komputer, monitor, mesin tertentu, barang dekorasi, atau perlengkapan kantor.Tujuannya bukan sekadar memperoleh angka ongkir. Pengukuran akhir juga membantu memperkirakan kebutuhan ruang kendaraan dengan lebih baik.kirim.

Cara Packing Dapat Membantu Mengendalikan Berat Volume

Packing harus mengutamakan perlindungan barang, tetapi bukan berarti ukurannya harus dibuat sebesar mungkin. Gunakan kardus yang sesuai dengan ukuran isi. Kardus terlalu besar akan menciptakan ruang kosong yang tidak diperlukan. Jika ruang kosong tersebut harus diisi material pelindung dalam jumlah banyak, dimensi akhir paket semakin besar.

Untuk barang yang bisa dibongkar, seperti beberapa jenis meja, rak, atau furnitur modular, pembongkaran dapat membantu mengurangi ruang yang dibutuhkan selama pengiriman.

Namun jangan mengecilkan kemasan dengan mengorbankan perlindungan. Barang pecah belah atau elektronik tetap membutuhkan bantalan yang memadai.

Dalam jasa pindahan Makassar, prinsip ini juga berguna karena packing yang efisien bukan hanya memengaruhi perlindungan barang, tetapi dapat membantu penggunaan ruang kendaraan menjadi lebih teratur.

FAQ Cara Menghitung Berat Volume Kargo

Apa rumus Cara Menghitung Berat Volume Kargo?

Rumus dasarnya adalah panjang × lebar × tinggi kemudian dibagi faktor pembagi yang digunakan penyedia kargo. Semua dimensi harus menggunakan satuan yang sesuai dengan rumus, umumnya sentimeter.

Mengapa berat volume lebih besar daripada berat timbangan?

Hal tersebut biasanya terjadi pada barang berukuran besar tetapi ringan. Berat volume memperhitungkan ruang yang digunakan barang di kendaraan, sedangkan berat aktual hanya menunjukkan bobot fisiknya.

Apakah pembagi berat volume selalu 4.000?

Tidak. Faktor pembagi dapat berbeda berdasarkan penyedia, moda transportasi, dan jenis layanan. Karena itu, konfirmasikan faktor pembagi kepada perusahaan kargo sebelum membuat estimasi final.

Apakah barang harus diukur sebelum atau setelah packing?

Sebaiknya setelah packing selesai karena ukuran kemasan akhir merupakan ruang yang sebenarnya digunakan dalam proses pengangkutan.

Apa bedanya berat volume dan kubikasi?

Berat volume mengonversi dimensi menjadi nilai berat perhitungan dalam kilogram, sedangkan kubikasi menunjukkan kebutuhan ruang fisik barang dalam meter kubik atau CBM.

Jika berat aktual lebih besar daripada berat volume, mana yang digunakan?

Dalam banyak layanan pengiriman, nilai yang lebih besar antara berat aktual dan berat volumetrik digunakan sebagai dasar berat perhitungan. Namun, ketentuan final tetap mengikuti kebijakan penyedia kargo yang digunakan.

Baca Juga : 10 Cara mengatur barang Saat Pindahan

Kesimpulan

Memahami Cara Menghitung Berat Volume Kargo membantu Anda memperkirakan kebutuhan dan biaya pengiriman dengan lebih baik sebelum barang diserahkan kepada penyedia jasa. Langkah dasarnya adalah mengukur panjang, lebar, dan tinggi barang setelah packing, menghitung berat volumetrik menggunakan faktor pembagi yang berlaku, kemudian membandingkannya dengan berat aktual.

Hal terpenting yang perlu diingat adalah faktor pembagi tidak selalu sama pada setiap layanan. Jangan menggunakan satu rumus secara otomatis untuk semua pengiriman tanpa mengetahui ketentuan penyedia kargo.

Untuk pengiriman banyak barang, catat setiap koli secara terpisah. Pastikan ukuran diambil setelah proses packing selesai dan sertakan informasi berat aktual, jumlah barang, asal, serta tujuan pengiriman.

Perhitungan yang tepat sangat membantu ketika menggunakan jasa kargo Makassar, terutama untuk pengiriman barang berukuran besar atau dalam jumlah banyak. Dalam kebutuhan relokasi, Multi Pindah juga menangani jasa pindahan Makassar, jasa pindahan kantor, serta jasa packing Makassar sehingga proses pengemasan dan pengangkutan barang dapat disesuaikan dengan jenis serta kebutuhan barang yang dipindahkan.